Kerjasama Jaringan Informasi Perpustakaan
Pendahuluan
Perpustakaan
berasal dari kata pustaka, artinya buku atau kitab. Dalam bahasa inggris
perpustakaan disebut library, dalam
bahasa Belanda disebut bibliotheek.
Dari sebutan tersebut pembaca dapat menduga adanya akar kata yang sama. Akar kata
library adalah liber (bahasa Latin) artinya buku, sedangkan akar kata bibliotheek adalah biblos juga artinya buku (Yunani). Sedangkan bentuk lanjut
perkembangan akar kata ini, dalam kehidupan sehari - hari sering dikenal dengan
artinya Alkitab. Dengan demikian, istilah perpustakaan selalu dikaitkan dengan
buku atau dengan kitab. Tidaklah diherankan bila definisi perpustakaanpun selalu
mengacu pada buku dengan segala aspeknya. Sebagai contoh, definisi perpustakaan
yang muncul dari konsep keterkaitan perpustakaan dengan buku mengatakan bahwa, perpustakaan
adalah sebuah ruangan bagian atau subbagian dari sebuah gedung ataupun gedung
itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku, biasanya disimpan menurut
tatasusunan tertentuserta digunakan untuk
anggota perpustakaan.
Menurut Ibnu Ahmad
Saleh “perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka
yang diatur dan disusun dengan system tertentu, sehingga sewaktu-waktu dapat
ditemu kembali dengan mudah dan cepat”. Sedangkan Menurut Sulistyo Basuki dalam
Febriyani (2013 : 10), “Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah
gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan
terbitan lainya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk
digunakan pembaca, bukan untuk dijual”.
Dalam hal ini dapat
kita simpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu wadah untuk menyimpan koleksi –
koleksi seperti buku, majalah, koran, dan yang lain sebagainya untuk kemudian
disimpan dalam suatu ruangan dan dapat digunakan atau dipinjam secara bebas
oleh masyarakat. Dalam pengadaan koleksi, perpustakaan tidak selalu memiliki
koleksi yang lengkap. Oleh sebab itu lah perpustakaan – perpustakaan di
Indonesia bahkan di dunia melakukan berbagai kerjasama jaringan informasi.
Dikutip dalam web sulistyobasuki.wordpress.com dipaparkan
bahwa kerjasama perpustakaan artinya kerjasama yang melibatkan dua perpustakaan
atau lebih. Kerjasama ini diperlukan karena tidak satu pun perpustakaan dapat
berdiri sendiri dalam arti koleksinya mampu memenuhi kebutuhan informasi
pemakainya. Perpustakaan sebesar Library
of Congress pun dengan butir koleksi sebesar 95 000 000 pun masih
mengandalkan pada kerjasama antarperpustakaan untuk memenuhi informasi
pemakainya. Dengan demikian bagi perpustakaan yang lebih kecil koleksinya,
kerjasama antar perpustakaan merupakan syarat mutlak untuk memenuhi kebutuhan
informasi pemakainya.
Ada beberapa aspek
penting dalam pemenuhan proses kerjasama jaringan informasi yang tentu nya akan
saya bahas dalam artikel ini yang pertama ada Jaringan Kerjasama Bidang Teknis,
lalu yang kedua Kerjasama Silang Pelayanann Pemustaka, kemudian yang ketiga ada
Aspek Sosial dalam Jaringan Kerjasama Perpustakaan dan Informasi, selanjutnya
ada Aspek Teknologi dalam Jaringan Kerjasama Perpustakaan dan Informasi, lalu
yang kelima ada Sistem Perpustakaan Terintegrasi, dan yang terakhir ada Digitaslisasi
dan Simpan Pengetahuan Bersama.
Pembahasan
A. Jaringan Kerjasama Bidang Teknis
1.
Aspek Pengadaan
Dalam upaya pengadaan
koleksi, perpustakaan memiliki beberapa sumber dalam melakukan pemenuhan
koleksi nya yaitu Pembelian, Evaluasi, Suara Pemustaka, Tukar – Menukar, dan
Hibah. Sebagai contoh terkait gambaran kerjasama pengadaan (hibah) adalah di
perpustakaan Universitas Gajah Mada (UGM) terdapat Hatta corner atau ruangan
khusus yang memiliki isi koleksi Hatta dan koleksi langka dari koleksi pribadi
miliki wakil presiden pertama RI tesebut. Yayasan hatta yang semula mengelola
koleksi-koleksi pribadi tersebut memberikan semuanya kepada Perpustakaan UGM
pada tahun 2006.
2.
Aspek
Pengatalogan
Dua aspek penting dalam
pengatalogan adalah pengertian dan tujuan. Pengatalogan adalah proses pemuatan
rekaman bibliografi yang akan dijadikan sebagai wakil ringkas dokumen yang
tercantum pada katalog. Sedangkan katalog adalah sarana atau daftar yang
digunakan untuk menunjukkan ketersediaan koleksi yang dimiliki oleh
perpustakaan dan dapat digunakan oleh pemakai untuk menemukan bahan pustaka
yang diinhinkan berdasarkan pengarang, judul, dan subjek.
3.
Aspek Kerjasama
Penyusunan Katalog Induk
Kerjasama penyusunan
katalog induk merupakan salah satu kerjasama yang dapat dilakukan oleh
perpustakaan adalah penyusunan katalog induk. Penyusunan katalog ini dilakukan
dua perpustakaan atau lebih yang telah melakukan kesepakatan kerjasama. Katalog
induk memiliki berbagai fungsi yaitu mempermudah penyalinan katalog, mendukung
pengawasan bibliografi, dan menunjang silang layanan.
4.
Aspek Resources Sharing
Resources
Sharing merupakan layanan di
mana pengguna dari satu institusi dapat menerima koleksi yang dimiliki oleh
institusi lain yang sudah bekerja sama.
B. Kerjasama Silang Pelayanan Pemustaka
Silang layanan dibagi
menjadi dua aspek yaitu tujuan silang layanan dan ketergantungan perpustakaan.
·
Sistem informasi
manajemen
Terdiri dari aspek
kriteria sistem informasi, unsur yang terlibat dalam informasi, dan pendekatan
pembangunan sistem informasi
·
Permintaan
terhadap informasi
Merupakan manfaat
kerjasama jaringan informasi
·
Digitalisasi
perpustakaan
Sebagai upaya mengikuti
perkembangan informasi, automasi perpustakaan atau digitalisasi perpustakaan
lebih mudah ditemukan, mudah disediakan, mudah dihubungkan, lebih cepat
dipublikasi, lebih cepat dipublikasi. Disisi lain juga memiliki beberapa
kekurangan yaitu aspek teknis, rentan terhadap plagiarisme, terlalu konsumtif,
tenaga pustakawan akan jarang dipergunakan.
·
Pengelolaan
informasi
Data yang dikelola
dapat didistribusikan sebagai informasi
·
Pendidikan dan
pelatihan
Sebagai upaya untuk
memberikan penambahan skill, dengan mengadakan seminar dan pelatian yang
memiliki isu terkini
C. Aspek Sosial dalam Jaringan Kerjasama Perpustakaan
dan Informasi
Sebagai salah satu
pelayan public,diperlukan komunikasi dan kerjasama untuk meningkatkan mutu.
Dalam hal ini organisasi pelayan publik tidak jauh berbeda dengan manusia yang
tidak dapat berdiri sendiri. Maka aspek sosial dalam jaringan kerjasama
pepustakaan dan informasi
1.
Kontruksi
realitas, Konstruksi realitas yaitu usaha untuk mengarahkan pada bantuan sistem
berdasarkan pada kenyataan. faktor yang mempengaruhi konstruksi realistas
diantaranya Proses sosial, konstruksi sosial, dan lingkungan informasi
2.
Timbulnya
konfigurasi sosial, Konfigurasi sosial merupakan suatu bentuk interaksi sosial
yang tumbuh dalam sebuah lingkungan dan konteks tertentu.
3.
Proses
konstruksi sosial, memiliki konsep yang merujuk kepada sebuah fenomena sosial
yang berupa serangkaian proses interaksi yang dianalisis berdasarkan pada
interpretasi dan refleksi para pelakunya.
4.
Konstraksi
sosial baru merupakan sebuah proses pembangkitan kesadaran yang memiliki tujuan
untuk menumbuhkan kesadaran pada kelompok untuk menentukan identitas
komunitasnya dalam rangka mengubah masa depan dalam masyarakat.
D. Aspek Teknologi dalam Jaringan Kerjasama
Perpustakaan dan Informasi
Perpustakaan sebagai
institusi pengelola informasi erat kaitannya dengan teknologi. Seiring dengan
masuknya computer ke dalam perpustakaan, turut serta membawa
teknologi-teknologi yang melengkapi kompleksitas teknis perpustakaan. Dalam
pengembangannya, teknologi mengantarkan perpustakaan berkembang menjadi dua
jenis perpustakaan, yakni perpustakaan digital dan perpustakaan hibrida
Perpustakaan Hibrida
•
Memiliki Koleksi
tercetak yang permanen
•
Koleksi
elektronik dan digital serta penggunaan teknologi komputer tidak dipisah
Perpustakaan digital
•
Portal
perpustakaan sepenuhnya digital
•
Penyempitan
cakupan informasi yang terbatas pada koleksi yang digitalkan.
Contoh
proyek pengembangan perpustakaan hibrida seperti Builder Hybrid Library, AGORA,
Malibu, Headline Project, HuLife
Dalam penerapan
tekonologi pada perpustakaan, dapat memanfaatkan Cloud computing. Cloud
Computing merupakan teknologi yang menggabungkan pemanfaatan teknologi
komputer (komputasi) dan pengembangan atau pemrosesan berbasis internet (awan).
Cloud computing dibagi menjadi tiga
macam, yaitu private computing, public
computing, dan hybrid computing. Cloud computing itu dapat mengiplimekas
infrastruktur, keamanan data, dan sumber daya manusia dalam masyarakat.
Open
Access merupakan Fenomena
masa kini yang berkaitan dengan dua hal yaitu keberadaan teknologi digital dan
akses ke artikel jurnal ilmiah dalam bentuk digital. Dalam praktiknya, OPAC
merupakan salah satu contoh yang sering digunakan di perpustakaan.
E.
Sistem
Perpustakaan Terintegrasi
Seperti makna kata
integrasi, sistem ini menghubungkan anatara satu perpustakaan yang lain
dalamsatu jaringan. mencakup seperti Library
Catalogue dengan format MARC, Tajuk subyek dan pengarang (authority control), Penlusuran koleksi
(OPAC), Sistem sirkulasi, koleksi label merah (course reserves), pemesanan pendukung koleksi (materials booking), kerjasama antar perpustakaan (interlibrary loan), inventory control dengan RFID, pengadaan (Acquiditions), Terbitan Berseri (Serial Control), Penjilidan (Binding),
Dukungan Kepemilikan (Holding Support),
Pelaporan (Supporting).
Sistem Perpustakaan
Terintegrasi memiliki fasilitas yang
beragam diantaranya, catalog management,
circulation management, custom user interface,
customer database, customizable fields, data impor / ekspor, federated searching, fee collection,
legacy system integration, mobile access,
web service, software development kit, self checkin / checkout, scanning
and barcode integration, multilanguage, OPAC, periodicals and serial
management, reporting, RFID, dan lainnya.
Integrated Library
System (ILS) atau Sistem Perpustakaan Terintegrasi terdapat aspek-aspek terkait
kerjasama antar perpustkaan. Aspek-aspek tersebut meliputi; Pengolahan koleksi,
Penelusuran koleksi, Pembangunan katalog induk, Pengembangan koleksi, Pinjam
antar perpus
F.
Digitalisasi dan
Simpan Pengetahuan Bersama
Terdapat beberapa aspek
yang mempengaruhi digitalisasi dan simpan pengetahuan bersama, diantaranya
1. Digitalisasi dan Komunitas Online
Digitalisasi dan
komunitas online manajemen pengetahuan yaitu Suatu rangkaian kegiatan yang
digunakan oleh organisasi atau perusahan untuk mengidentifikasi, menciptakan,
menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali,
diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi.
2. Perpustakaan Digital
Kelebihan dan
Kekurangan Perpustakaan Digital, Perpustakaan yang sudah berbasis komputer dan
beralih ke dunia digital tidak selalu lebih dari segalanya. Kelebihan
perpustakaan digital seperti tidak adanya batasan fisik, tersedia sepanjkang
waktu, akses ganda, pendekatan terstruktur, menghemat penyimpanan, mudah
diakses dan sebagainyanamun juga terdapat kekurangan yang solusi nya bahkan
belum ada seperti terkendala hak cipta, koleksi terbatas dan lebih nyaman
membaca bahan cetak
3. Perpustakaan Digital Sebagai Model Jaringan
(Interoperabilitas)
Menurut Arms 2001
interoperabilitas ialah Upaya pengembangan jasa yang terpadu bagi pengguna
perpustakaan digital sehingga dapat memanfaatan sumber daya yang disediakan
oleh beragam sistem dan institusi. (Arms ; 2001)
interoperabilitas di
Infonesia dijuluki portal garuda, dengan aktivitas sebagai berikut
·
Kemenristek
Dikti Menyediakan Portal Garba Rujukan Digital (Portal Garuda)
·
Portal garuda
mengumpulkan semua metada koleksi dari masing-masing repositori perpustakaan
·
Koleksi on-line
yang asli tetap di repositori perpustakaan masing-masing
·
Portal garuda
hanya menyediakan link untuk menuju koleksi yang dimaksud
KESIMPULAN
Sebuah institusi yang begerak sebagai
penyedia sumber indormasi tidak bisaberdisi sendiri.untuk keberagaman koleksi,
kemudagan himpunsn mhsdiea. Dalam praktek pelayanan perpustakaan untuk
kebutuhan informasi penggunanya, perpustakaan tidak dapat berdiri sendiri
karena beberapa keterbatasan. bersama. Terdapat beberapa bentuk kerjasama antar
perpustakaan yang dapat dilakukan, seperti jaringan kerjasama bidang teknis,
kerjasama silang pelayanan pemustaka, aspek sosial dalam jaringan kerjasama
perpustakaan dan informasi, aspek teknologi dalam jaringan kerja sama
perpustakaan dan informasi, sistem perpustakaan terintegrasi, dan digitalisasi
dan simpan pengetahuan bersama. Kerjasama jaringan informasi bertujuan untuk
meningkatkan keanekaragaman informasi yang berasal dari perpustakaan lain juga
salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna, terjalinnya
kerjasama berbagai layanan informasi antar perpustakaan. Singkat kata,
perpustakaan harus mengikuti perkembangan zaman dan juga sekaligus melakukan
kerjasama dengan institusi lain terkait penyedia layanan informasi dalam
memenuhi kepuasan dan mempermudahkan user.
Komentar
Posting Komentar