Sejarah Processor Awal 90an sampai Sekarang
SEJARAH PROCESSOR INTEL DARI ERA 90AN SAMPAI SEKARANG
Sejarah Processor Intel Era 1993 – 1999
Intel® Pentium® Processor
Sejarah processor Intel berikutnya dibuka oleh Intel yang
mengeluarkan Intel® Pentium® Processor pada 22 Maret 1993. Processor milik
Intel yang satu ini sudah bisa meladeni lebih dari satu perintah setiap tip
clock, atau umum disebut dengan istilah ‘super scalar’. Processor ini sanggup
menangani dua perintah tiap tik, atau sebanding dengan dua buah processor Intel
486™ DX yang digabung dalam satu chip.
Terdapat perubahan besar bus sistem pada processor jenis
ini jika dibandingkan dengan versi Intel 486™ DX, yang mana lebarnya meningkat
menjadi 64 bit dan kecepatannya telah mencapai 60 MHz dan 66 MHz. Sejak saat
itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang masing-masing bekerja pada sistem
bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan pada 66 MHz (P100, P133,P166, dan
P200).
Intel® Pentium® Processor memiliki kemampuan dalam
memadukan data-data real berupa suara, tulisan tangan dan foto. Merek dagang
Pentium pun dengan cepat mendunia dan hingga kini masih dirasakan keberdaannya.
Intel® Pentium® Pro Processor
Sejarah processor Intel selanjutnya dimulai dengan
kehadiran Intel® Pentium® Pro Processor pada tahun 1995. Sebenarnya
pengembangan Pentium Pro Processor sendiri sudah dilakukan semenjak tahun 1991
silam, namun entah kenapa Intel baru merilisnya empat tahun kemudian tepatnya
pada 1 November 1995.
Intel® Pentium® Pro Processor dirancang untuk digunakan
pada aplikasi server dan workstation, serta dibuat untuk memproses data secara
cepat dengan 5,5 juta transistor yang tertanam di dalamnya. Pentium Pro pada
dasarnya merupakan processor RISC murni, dan dioptimalkan untuk memproses data
32 bit pada Windows NT. Processor inilah yang menjadi dasar pada
pengembangangan Processor Intel Pentium I hingga Pentium IV kelak.
Intel® Pentium® II Processor
Pada tahun 1997, Intel® Pentium® II Processor resmi masuk
pasar sebagai processor yang dibuat dengan dasar dari Intel MMX, dan dirancang
secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien.
Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor
ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan
lebih baik.
Intel® Pentium II Xeon® Processor
Mengembangkan Intel® Pentium® II Processor yang telah ada
sebelumnya, pada tahun 1998 Intel kembali mengeluarkan produk baru namun masih
dengan embel-embel Pentium II yakni Intel® Pentium II Xeon® Processor. Ini
merupakan processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server.
Dari sinilah Intel sudah mulai jeli dalam melihat
permintaan pasar. Intel bahkan sudah memiliki target yang begitu matang terkait
pasar jenis apa yang ingin dibidik, dengan cara mengeluarkan produk-produk baru
berupa processor dari beragam jenis yang disesuaikan dengan karakteristik pasar
tententu.
Intel® Celeron® Processor
Ini merupakan processor khusus yang dibuat Intel untuk
menyasar target secara spesifik. Produk barunya tersebut diberi nama Intel®
Celeron® Processor yang resmi diluncurkan pada tanggal 4 Januari 1999.
processor Intel Celeron pada dasarnya merupakan processor yang ditujukan bagi
perancang CPU yang ingin membuat komputer berharga miring. Dampak dari hal ini
adalah kecepatannya yang otomatis tidak begitu cepat, namun masih cukup mampu
untuk digunakan untuk menjalankan game dan program-program pendidikan.
Intel® Pentium® III Processor
Masih di tahun yang sama (1999), Intel® Pentium® III
Processor merupakan proyek lanjutan dari Pentium II yang telah mendapat
sejumlah pengembangan. processor yang dirilis ke publik pada tanggal 26
Februari 1999 itu mendapat tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis
memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, 3D, audio streaming, dan
aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara. Processor ini juga dirancang
khusus untuk membuat pengalaman berinternet jadi lebih nyaman, membuat pangguna
bisa menelusuri lorong-lorong museum maya, dan mengunduh video berkualitas
lebih tinggi.
Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Sejarah processor Intel berikutnya diisil oleh Intel®
Pentium® III Xeon® Processor. Sesuai dengan namanya, processor jenis ini pada
dasarnya merupakan versi kembangan dari Pentium® III yang telah lebih dulu
hadir. Hanya saja processor jenis ini memiliki target pasar yang berbeda dan
memiliki keunggulan berupa pengolahan informasi dari system bus ke processor
yang sangat cepat.
Processor yang dirancang untuk dipadukan dengan processor
lain yang sejenis ini mengkombinasikan kinerja tambahan untuk aplikasi
e-Commerce dan program-program bisnis yang lebih canggih, termasuk aplikasi
multimedia dan streaming video.
Sejarah Processorr Intel Era 2000 – 2008
Intel® Pentium® 4 Processor
Sejarah processor Intel di tahun 2000 berawal dari
kehadiran Intel® Pentium® 4 Processor yang awalnya memiliki kecepatan 1.5GHz
dengan formafactor pin 423. Intel kemudian mengubah spesifikasi processornya
tersebut dengan formfactor menjadi pin 478 yang berkecepatan 1.3 GHz, lalu
merubahnya lagi hingga kecepatannya mampu menembus 3.4 GHz.
Dengan menggunakan Processor Pentium 4, para pengguna PC
diberikan kemampuan yang memungkinkan pembuatan film berkualitas profesional,
melalui internet mengirimkan video berkualitas TV, berkomunikasi menggunakan
video dan suara secara instan, mengontrol rendering grafis 3D lebih baik,
mengubah musik menjadi file yang bisa diputar di Mp3 player, dan menjalankan
beberapa program multimedia secara simultan sementara terhubung ke internet.
Intel® Pentium® 4 Xeon® Processor
Di tahun 2001, Intel® Pentium® 4 Xeon® Processor mulai
mengisi pasar komputer sebagai processor Pentium 4 yang dirancang khusus untuk
komputer kelas menengah berkinerja tinggi, serta lebih bersifat sebagai
komputer server. processor ini memiliki jumlah pin yang lebih banyak dari
processor Intel Pentium 4 biasa, serta dengan memory L2 cache yang lebih besar
pula.
Harga processor yang satu ini lebih miring namun memiliki
kemampuan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Pentium III Xeon.
Selain itu Intel® Pentium® 4 Xeon® Processor menggunakan arsitektur NetBurst
yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan aplikasi video dan audio,
teknologi internet yang lebih canggih dan grafis 3D yang lebih kompleks.
Intel® Itanium® Processor & Intel® Itanium® 2
Processor
Pada tahun yang sama, Intel juga meluncurkan Intel®
Itanium® Processor. Processor ini didesain untuk memberikan kinerja kelas
dunia, yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang menuntut kinerja tinggi
dengan program-program lebih advance, termasuk untuk transaksi e-Commerce yang
aman, database yang sangat besar, serta program-program teknik dan sain yang
rumit.
Versi pengembangan selanjutnya diwujudkan pada Intel®
Itanium® 2 Processor. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang
benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi
Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
Intel® Pentium® M Processor
Pada tahun 2003, sejarah processor Intel dipopulerkan
oleh Intel® Pentium® M Processor yang cukup populer di jamannya. Pada dasarnya
processor yang satu ini merupakan salah satu komponen dari teknologi mobile
Centrino. Sebuah teknologi yang sengaja dihadirkan guna memenuhi kebutuhan
pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana (portable),
apalagi sih kalau bukan yang namanya notebook atau lebih populer dengan istilah
laptop.
Berkat processor Pentium M, laptop bisa menjadi lebih
ringan, lebih kompak dan beroperasi lebih lama menggunakan baterai.
Pengembangan dari processor ini akan muncul di tahun selanjutnya (2004), yang
kemudian disebut dengan nama Intel Pentium M 735/745/755 processors.
Intel® E7520/E7320 Chipsets
Masuk ke tahun 2004, Lahirlah processor baru dari Intel
yang diberi nama Intel E7520/E7320 Chipsets. Pada dasarnya 7320/7520 merupakan
teknologi baru yang dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz
FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
Intel® Pentium D 820/830/840
Perjalanan processor Intel berjalan makin maju semenjak
masuk tahun 2006. Kebutuhan kinerja yang semakin meningkat serta masalah panas
dan daya yang dihadapi oleh processor single core (satu inti) membuat Intel
melakukan sebuah loncatan besar yakni memadukan beberapa core menjadi satu
processor atau lebih dikenal dengan istilah multi-core processor. Hal ini
dipermudah dengan masuk dengan teknologi nano ke dunia processor. Konsepnya
sangat sederhana, dimana menggunakan Processor berarsitektur multi-core
diharapkan dapat mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah
sistem PC. Karena ibarat sebuah pekerjaan, jika menggunakan dua otak sekaligus
maka pengerjaannya tentu akan lebih cepat selesai dibanding yang hanya
mengandalkan satu otak saja.
Salah satu hasil dari pemikiran tersebut adalah lahirnya
processor baru yang diberi nama Intel Pentium D 820/830/840. Ini merupakan
prscessor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti,
dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi
pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Processor yang juga disertakan
dukungan HyperThreading ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu Pentium D dengan inti
berbasis Prescott (90 nm), dan Prester yang merupakan Pentium D dangan inti
berbasis Cedar Mill (65 nm).
Intel® Core 2 Duo
Pengembangan processor Intel yang jauh lebih maju dapat
ditemukan pada Intel Core 2 Duo yang dirancang khusus bagi pengguna PC yang
menginginkan lebih dari sebuah komputer. processor ini sesuai dengan namanya
memiliki 2 buah core (inti) dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache
(sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core), 1.06GHz Front-side bus, dan
thermal design power (TDP). Sebagai perbandingan, processor Intel yang satu ini
memiliki kinerja dan efisiensi daya yang ditingkatkan hingga 40 persen jika
dibandingkan dengan processor Intel generasi sebelumnya.
Processor Intel Era 2009 Hingga 2016
Intel® Core™
Intel ® Core™ sejatinya merupakan merek dagang yang
dibuat oleh Intel untuk beberapa processor generasi terbaru yang paling banyak
kita temui hingga saat ini. Bahkan sangat besar kemungkinannya processor jenis
inilah yang Anda gunakan pada komputer milik Anda saat ini.
Intel ® Core™ sendiri dalam prakteknya terbagi-bagi
menjadi 3 jenis processor yaitu processor i3, i5 dan i7 yang lagi-lagi juga
dibagi ke dalam beberapa generasi tertentu. Dibuat seperti itu karena i3, i5
dan i7 pada dasarnya merupakan processor Intel yang disiapkan untuk menyasar 3
target pasar yang berbeda. Jika i3 disiapkan untuk untuk entri level, lalu i5
untuk level menengah, maka i7 merupakan processor yang dibuat untuk menyasar
level atas.
Berikut ini penjelasan singkat mengenai 3 processor
terbaru milik Intel tersebut :
Intel® Core i3
Processor level entri ini hanya memiliki 2 inti namun
sudah mengadopsi teknologi Hyperthreading yang mampu menyediakan 4 thread yang
memungkinkan beberapa program mampu dijalankan secara bersamaan melalui keempat
jalur thread tersebut, cache 3M dan tanpa turbo boorst.
Intel® Core i5
Ini merupakan sebuah mikroProcessor yang dibekali dengan
teknologi turbo boost dan hyper-threading. Turbo boost adalah sebuah teknologi
yang mampu membuat processor mempertahankan kecepatannya sekaligus menekan
tingkat panas yang bisa dihasilkan karena pemakaian yang over (kondisi yang
biasa terjadi jika komputer digunakan untuk bermain game). Sementara
Hyper-Threading merupakan teknologi yang bisa meningkatkan kinerja komputer
kala digunakan untuk multi-tasking, khususnya saat menjalankan program-program
yang membutuhkan tenaga processor secara intensif dalam waktu yang bersamaan.
Dengan adanya turbo boost dan hyper-threading, Intel Core
i7 terbilang mumpuni sebagai processor yang bisa menjabani keinginan pengguna
dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi komputer yang berat seperti program
rendering 3D atau program-program lain seperti video/audio dan CAD.
Intel® Core i7
Nama i7 pada processor ini diambil dari identifier i7
yang merupakan teknologi baru dari Intel pada tahun 2008 silam. Beberapa
kelebihan processor Intel yang satu ini adalah mampu meningkatkan kinerja
komputer, membuat komputer makin hemat energi, serta menghasilkan kualitas
tampilan gambar yang jauh lebih baik, khususnya saat memutar video definisi
tinggi.
Intel Core i7 dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe standar
yang memiliki 2 inti serta didukung dengan teknologi hyperthreading yang mampu
menyediakan 4 thread, Cache 4M dan sudah didukung pula dengan teknologi turbo
boorst. Sementara tipe Intel Core i7 yang kedua adalah versi yang lebih tinggi
dengan 4 inti yang didukung dengan teknologi hyperthreading yang mampu
menyediakan 8 thread, cache 6 MB – 8 MB dan sudah didukung dengan teknologi
turbo boorst.
Tiga processor di atas tidak hanya dibuat sekali saja,
namun terus mendapat pengembangan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Alhasil
kondisi yang demikian menimbulkan sebuah istilah yang sering disebut dengan
generasi pertama, generasi kedua, dan seterusnya. Bisa dipastikan bahwa semakin
tinggi (baru) generasi pada Processor tersebut, maka semakin banyak pula
fitur-fitur baru yang disediakan oleh Processor tersebut.
Sebagai gambaran, berikut ini perbedaan antara Intel ®
Core™ generasi pertama dan beberapa generasi selanjutnya :
Intel® Core™ Generasi 1
Ciri-Ciri :
•
Rilis tahun 2009
•
Memiliki kode nama Arrandale (Nama Clarksfield
dipakai khusus untuk i7 dengan huruf akhiran QM & XM)
•
Tidak memiliki indikator generasi
•
Jenis bus DMI dengan bus sistem 2,5 GT/s
•
Litografi standar 32 nm
•
RAM maksimal 8 Gb
•
Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™
generasi pertama yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme
Intel® Core™ Generasi 2
Ciri-Ciri :
•
Rilis tahun 2011
•
Memiliki kode nama Sandy Bridge
•
Jenis bus DMI dengan bus sistem 5 GT/s
•
Litografi standar 32 nm
•
RAM maksimal 16 Gb dengan bandwidth memory maksimal
21,3 Gb/s
•
Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™
generasi kedua yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme
Intel® Core™ Generasi 3
Ciri-Ciri :
•
Rilis tahun 2012
•
Memiliki kode nama Ivy Bridge
•
Jenis bus DMI dengan bus sistem 5 GT/s
•
Litografi standar 22 nm
•
RAM maksimal 32 Gb dengan bandwidth memory maksimal
25,6 Gb/s
•
Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™
generasi ketiga yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme
Intel® Core™ Generasi 4
Ciri-Ciri :
•
Rilis tahun 2012
•
Memiliki kode nama Haswell (Nama Crystal Well
dipakai khusus untuk beberapa tipe Processor i7 dengan akhiran QM)
•
Jenis bus DMI2 dengan bus sistem 5 GT/s
•
Litografi standar 22 nm
•
RAM maksimal 32 Gb (16Gb dan sudah mendukung LPDDR3
untuk seri daya rendah) dengan bandwidth memory maksimal 25,6 Gb/s
•
Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™
generasi keempat yaitu : Core i3, Core i5, Core i7 dan Core i7 Extreme
Intel® Core™ Generasi 5
Ciri-Ciri :
•
Rilis tahun 2013
•
Memiliki kode nama Broadwell
•
Tipe ultra daya rendah
•
Jenis bus DMI2 dengan bus sistem 5 GT/s
•
Litografi relatif kecil (14 nm)
•
Didukung teknologi untuk menekan TDP hingga 7,5 W
•
RAM maksimal 16 Gb (sudah mendukung LPDDR3)
•
Processor yang termasuk dalam Intel ® Core™
generasi kelima yaitu : Core i3, Core i5, Core i7
Hingga saat ini, Intel® Core™ baru mencapai generasi
kelima dan belum mendapat pengembangan berikutnya. Namun hal ini bukan berarti
Intel telah menghentikan produksi processor untuk tahun-tahun selanjutnya.
Karena dapat dipastikan bahwa saat ini mereka tengah mengembangkan hal baru
lainnya yang sedang dipersiapkan guna menggebrak dunia komputer pada masa-masa
yang akan datang.
sumber disini
sumber disini
Komentar
Posting Komentar