Mengenal Sistem Operasi ArchLinux
Sebelum lebih jauh mengenal
ArchLinux saya akan menjelaskan terlebih
dahulu apa itu Distro Linux. Linux adalah sebuah sistem operasi yang sama
seperti windows, mac, dan lainnya. Bedanya disini linux bersifat open source. Dengan
kata lain, pengguna bisa mengubah, memodifikasi, dan mendistribusikannya. Dan tentunya
Anda bisa mendapatkannya dengan gratis
Dan oleh karna kita bisa
bebas untuk menggunakannya, maka timbul lah berbagai versi yang bermacam2. Nah
itulah yang disebut distro linux, Yaitu kumpulan sistem
operasi yang kode dasarnya diambil atau bersumber dari Linux yang sudah
dimodifikasi, kemudian didistribusikan oleh para pengembangnya untuk dapat
digunakan oleh publik.
Nah salah satu dari distro linux tersebut saya akan
membahas salah satunya, yaitu ArchLinux. Pengembang ArchLinux adalah Judd Vinet, seorang
programmer dan juga gitaris asal Kanada, mulai mengembangkan Arch Linux pada
awal tahun 2001. Terinspirasi oleh kesederhanaan dan keeleganan yang dimiliki oleh
Slackware, distribusi Linux di Polandia dan CRUX, mulai mengembangkan Arch
Linux, namun kecewa dengan kurangnya manajemen paket pada saat itu.
Kemudian, Judd Vinet membangun
distro sendiri dengan prinsip-prinsip yang sama dengan distro tersebut. Namun,
ia juga menulis sebuah program manajemen paket yang disebut “Pacman”, yang
dapat secara otomatis menangani paket installasi, penghapusan, dan
meng-upgrade.
Pada akhir 2007, Judd Vinet pensiun
sebagai pengembang Arch Linux, tetapi masih berpartisipasi aktif sebagai
pengembang Arch dan kemudian ia memindahkan kendali ke programmer Amerika yaitu
Aaron Griffin, alias Phrakture, yang sampai saat ini masih aktif sebagai
pimpinan pengembangan Arch.
Terinspirasi dari CRUX, Judd Vinet
memulai proyek Arch Linux pada bulan Maret 2002. Vinet memimpin proyek ini
hingga 1 Oktober 2007. Ia kemudian lengser karena kurangnya waktu, dan
menyerahkan proyek dalam pengawasan Aaron Griffin, seorang programmer asal
Amerika.
Arch Linux adalah sebuah distro
i686/x86-64 Linux yang dikembangkan secara independen berdasarkan model paket
rolling-release. Pendekatan desain pengembang distro ini berfokus pada
minimalisme, keanggunan kode, kebenaran program dan modernitas. Versi 0.1
(Homer) telah dirilis pada 11 Maret 2002.
Pendekatan desain pengembang distro
ini berfokus pada kesederhanaan, kebenaran program dan minimalisme. "Kesederhanaan"
didefinisikan sebagai "tak perlu tambahan, modifikasi, atau
komplikasi" sesuai sudut pandang pengembangnya, bukan sudut pandang
penggunanya.
Arch Linux adalah sebuah Distribusi
Linux berbasis binary, yang artinya, paket-paket aplikasi didistribusikan dalam
bentuk yang telah terkompilasi.
Arch menggunakan sistem paket
binary, yang mudah digunakan (pacman) dan dapat mengizinkan anda untuk
meng-upgrade sistem dengan satu perintah saja. Pacman dibangun dengan kode
bahasa C dan didesain dari bawah hingga ke ujung atas untuk menjadi ringan,
sederhana, dan sangat cepat.
Arch menyediakan sistem pemaketan
yang ports-like (Arch Build System) untuk memudahkan membuat paket dan
meng-instal paket dari kode sumber, dan bisa di sinkronisasikan dengan satu perintah
saja. Bahkan anda juga dapat membangun kembali sistem anda dengan satu
perintah. Semuanya dilakukan dengan sangat mudah dan transparan. Anda juga bisa
men-setting konfigurasi system anda sendiri.
Tidak seperti Distribusi Linux
lainnya seperti Debian, Fedora, Ubuntu dan lain-lain, Arch Linux tidak membuat
jadwal rilis sendiri untuk waktu tertentu, melainkan menggunakan sistem
"Rolling release". Arch Linux menyediakan paket-paket baru setiap
harinya. Dengan kata lain, untuk memperbarui sistem, pengguna hanya perlu
memperbarui paket-paket dalam sistemnya itu dan dalam bentuk telah
terkompilasi.
Model paket rolling release
memungkinkan satu kali instalasi kemudian akan ter-upgrade berkesinambungan,
tanpa pernah kita harus melakukan instalasi ulang atau upgrade besar-besaran
dari satu versi ke berikutnya. Arch Linux berusaha untuk menyediakan versi
stabil terbaru dari perangkat lunak berdasarkan sistem rolling-release ini.
Saat ini Arch mendukung set paket
core untuk sistem dasar i686 dan x86-64, ribuan tambahan, paket binary
berkualitas tinggi dari pengembang dan repositori pengguna, serta ribuan script
PKGBUILD untuk membangun dan memaketkan dari kode sumber.
Arch menyediakan software vanilla,
non-patched; paket-paket yang ditawarkan adalah murni dari upstream,
sebagaimana awalnya itu ditujukan untuk didistribusikan. Patch hanya terjadi
dalam beberapa kasus saja, untuk mencegah kerusakan parah. Contohnya
ketidakcocokan versi yang mungkin terjadi dalam model rolling release.
Arch juga menyediakan fitur-fitur
baru yang tersedia untuk pengguna GNU/Linux, termasuk filesystem modern
(Ext2/3/4, Reiser, XFS, JFS), LVM2/EVMS, software RAID, dukungan udev dan
initcpio, serta kernel terbaru.
The Arch Way adalah filosofi Arch
yang bertujuan untuk tetap sederhana. Sistem dasar Arch Linux sangatlah
sedderhana dan minimal, lingkungan GNU/Linux yang fungsional; kernel Linux, GNU
toolchain, dan berberapa utility seperti links dan Vi. Titik awal yang bersih
dan sederhana ini adalah dasar yang baik untuk selanjutnya dapat dikembangkan
sesuai kemauan pengguna itu sendiri.
Sistem init milik Arch terinspirasi
dari BSD, yang mengatur init dari sebuah berkas atau file, (/etc/rc.conf),
dibandingkan dengan struktur direktori yang rumit dan berisi banyak symlink
untuk setiap runlevel-nya. Konfigurasi system Arch Linux ini dapat dilakukan
sendiri hanya dengan mengubah file-file teks sederhana.
Rilis resmi Arch
Linux hanya menyediakan sistem dasar dengan standar CLI (antarmuka berbasis
teks). Namun, telah dikembangkan pula beberapa Distribusi Linux berbasis Arch
Linux yang mehyediakan GUI (antarmuka umum), yaitu :
• Archie -
Menggunakan lingkungan desktop Xfce
• Chakra -
Menggunakan lingkungan desktop KDE
• Arch Live -
Menggunakan lingkungan desktop LXDE.
• ArchBang -
Menggunakan window manager Openbox
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan:
• Arch menyajikan lingkungan
instalasi yang sederhana (tanpa GUI), dikompilasi untuk arsitektur i686/x86-64.
• Arch itu
ringan, fleksibel, dan sederhana.
• Filosofi desain dan implementasinya
membuatnya mudah untuk dikembangkan dan dibentuk menjadi sistem apapun yang
Anda buat dari konsol minimalis hingga desktop mewah yang kaya fitur.
• Arch menyediakan power user,
kemampuan untuk membangun sistem dari dasar tanpa konfigurasi apapun.
• Dengan model Rolling Release yang
memungkinkan anda melakukan satu kali installasi dan akan ter-upgrade secara
berkesinambungan tanpa harus melakukan install ulang atau upgrade secara
besar-besaran.
Kekurangan:
• Banyak
langkah-langkah tambahan dalam settingan sistem yang rumit.
• Kurang cocok
untuk kalangan pelajar seperti kita.
• Proses
penginstallannya memakan waktu yang cukup lama.
• Proses
penginstallannya harus terkoneksi dengan internet.
Source
Komentar
Posting Komentar